
The prophet said
You cannot turn to Allah
Or gain His love
With anything superior
Than reading the Quran
He also reminded us
I leave two advisors
One which speaks
And the other is silent
One which speaks
Is the Quran
One which is silent
Is remembrance of death
He also said
The best among you
Is he who learns the Quran
And teaches it
We are the best
Let us be the best
Let us be Men of Quran
Read more...
Friday, February 11, 2011
*~The New Quranic Generation~*
Thursday, February 10, 2011
Jiwa ini berlagu rindu~

Syukur ya Allah..kerana memberiku kesempatan untuk mengupdate blog yang sudah bersawang..betapa sukarnya konsistent untuk menulis lagi. Disamping kesibukan dunia yang tiada kesudahan. Menjadi satu kerehatan untuk diriku bila mula menulis dan meluahkan apa yang terpendam dalam jiwa ini. jiwa ini yang kadang kering kontang, jiwa yang kadang semakin mengecil...................duhai jiwa.
Jiwa ini...
amat merindukan Rabbnya...
Sering saja berlagu indah...bila pula mentari melabuhkan tirainya..
Malam pula menjengah...rindu itu semakin berlagu-lagu indah..
Seperti gitaran sang musafir rindu kepada kekasih hatinya...
Seperti sang rahib yang ingin menggapai cinta kepada Rabbnya...
Jiwa ini..
Amat merindukan Rabbnya...
Tidakkah engkau mengetahuinya wahai jasad?
Dirimu sibuk dengan khayalan...kerana manisnya madu itu...
Bila sudah ditelan kemanisan itu hilang dengan pantasnya...
Jiwa ini...
Sering kering dan haus dengan nama Rabbnya...
Sering tandus dengan nikmat rasa cinta pada Rabbnya...
Sedangkan jiwa ini perlu membasahkan jiwa-jiwa lain...
Sedangkan jiwa ini perlu mengisi jiwa-jiwa lain...
Sedangkan jiwa ini perlu menyentuh jiwa-jiwa lain...
Kemana kah hilangnya nikmat itu?
Rupanya...
Diri ini tidak menyedari...
Ada selaput kotoran yang membungkus jiwa ini...
Ada lumpur hitam yang menutupi jiwa ini...
Ada noda degil yang melekat dalam jiwa ini...
Lantas...
Diri ini membasuh jiwa kotor itu dengan basuhan air mata...
Air mata taubat..
Air mata penyesalan...
Air mata ketakutan...
Jiwa ini...
Perlu dibersihkan setiap hari...
Agar tidak sedikitpun noda, lumpur atau selaput yang menghalang jiwa dari cahaya Rabb...
Agar tidak menghalang jiwa daripada dibasahi dengan nama Rabb...
Agar jiwa dapat merasakan kecintaan yang tulus terhadap Rabb...
Jiwa ini...
Jiwa yang sedang berlagu rindu..
Rindu kepada Rabbnya...
Read more...
Wednesday, February 9, 2011
Bila mula mencipta alasan~

bagaimana iman antum hari ini?
dapatkah kekalkan momentum tarbiyyah kita?
moga semakin bersemangat dan mantap seperti panahan halilintar...
semakin marak obor yang telah dinyalakn...
bagi menerangi jalan menuju kepada Rabb....
manusia....
hidupnya itu sering di timpa masalah dan ujian...
nikmat dan kesenangan...
namun...
jangan kerana dibahumu punya masalah...
ditanganmu punya ujian...
diri mula lemah...
hati mula retak..
fikiranmu mula sasau...
prinsipmu mula goyang...
amanah dakwahmu mula terabai..
sehingga 1001 alasan mula dicipta...
akhawat yang cintai...
jangan sia-siakan energy yang terkumpul semasa sedang menghayati nikmat tarbiyah dahulu...
kemana formula V=IR yang telah kita signifikasikan dalam hidup kita?
akhawat,
betapa sukar membina empayar keimanan ini...
betapa berat bermujahadah untuk komitmen dalam dakwah dan tarbiyyah,
betapa berat istiqamah dalam beramal ibadah...
kita dicanai dengan tarbiyyah bukan sehari..
malah bertahun..
Tidak ada sesuatu yang paling disesali oleh penghuni syurga kecuali satu saat yang pernah mereka lalui didunia yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Allah dialamnya ~ HR Thabrani
"futur setelah mujahadah adalah kerosakan pertama"
akhawat,
tulisan ini juga dari sudut hatiku yg dalam..
dan nasihat untuk diri ini agar thabat di jalan asing ini..
wallhualam..
Read more...
Bayangan Hatiku~

Setiap manusia melakukan kesilapan,
Kholiqul insanu dhoi’fa..
Kesilapan itulah yang mengajarku erti sebuah kehidupan dengan sesungguhnya...
Diantara tahu dan sedar...
Sangat berbeza...
Kesedaran itulah yang membawa para sahabat kepada Islam...
Kesedaran itulah menjadikan sumayyah wanita pertama yang mati syahid...
Kesedaran itulah yang melembutkan hati Umar al khottob...
kesedaran itu mengangkat darjat mereka mulia di sisi Allah...
kerana memperjuangkan kalimah tauhid...
memperjuangkan agama yang di redhai...
memperjuangkan syahadah yang telah dimiliki...
dengan jiwa dan harta...
tanpa melihat kepada ganjaran dunia...
dalam dunia dakwah dan tarbiyyah ini...
aku pernah menangis...
aku pernah tersenyum...
namun,
tangisan dan senyuman itu bukan sesuatu yang mudah...
tangisan itu amat sukar diperoleh...
senyuman itu juga amat sukar dicari...
segalanya ditelan dalam kepahitan...
setelah ditelan, disitulah baru terasa kemanisan...
jujur kuakui...
airmata jua menjadi peneman...
kerana diriku berada dijalan yang terasing...simpang yang jarang2 dilalui oleh manusia...
jalan yang dirasakan pelik oleh manusia...
jalan yang banyak duri...tidak ditabur bunga-bungaan...
namun,
ku rasakan kemanisan yang tidak dapat dijual beli oleh sesiapa pun...
jauh disudut hatiku...
sering ku memohon dalam munajatku...
agar aku ditetapkan berada di jalan yang asing ini...
sampai akhir hidupku...ingin bermanfaat kepada umat...
seperti kisah ghulam dan ashabul ukhdud...
bersabarlah wahai diriku...
ujian itu adalah sunnatullah...
beruntunglah bagi org2 yang bersabar..
tulisan ini adalah bayangan hatiku...
Read more...
Tuesday, February 8, 2011
Komik Pembangun Jiwa~
muhasabah diri...












Read more...
Friday, January 28, 2011
Wasiat Dasyat penolak kefakiran ~

Islam itu sangat solutif, berbahagialah bila engkau seorang muslim, apalagi seorang muslim itu adalah enterpreuner (red. Pengusaha), kalaulah dia yakin akan jalannya, untuk berjihad di dunia melalui bisnis, tentulah dia memiliki dua ujung mata pedang dalam langkah perjuangannya, yaitu pertama : Ikhtiar yang sungguh sungguh dalam menjemput rezeki, dan kedua : Kekuatan amalan ibadah dan doa.
Kedua mata pedang tersebut saling menguatkan, kedua mata pedang tersebut menambah kekuatan keyakinan hamba atas kekuasaan Yang Maha Kuasa. Logika bisnis dan usaha kadang-kala menjadi terbalik, bahkan hasil yang di raih pun seringkali ilmu matematika ataupun indikator ekonomi tak mampu menjangkau.
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 35:2)
“Katakanlah: Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang di kehendaki Nya di antara hamba-hambaNYA dan menyempitkan bagi (siapa yang di kehendakiNya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi Rezeki yang sebaik baiknya” (QS 34:39)
Pada saat krisis tiba, niscaya mereka para pribadi muslim haruslah merasa yakin dan tetap tenang. Mereka tidak gundah atas berita yang beredar di media masa, mereka tidak turut serta menggaungkan senandung yang sama dengan kaum yang lain , mereka punya sikap yang unik dan berbeda dengan kaum yang lain, alasannya karena mereka punya keyakinan yaitu mereka memiliki ALLAH, PEMILIK SEGALA KEPUTUSAN, PEMBERI REZEKI.
Seringkali ummat islam terlupakan adanya kekuatan ujung mata pedang yang kedua ini yaitu kekuatan amalan ibadah dan doa , sebahagian ummat islam sekarang cenderung mengikuti pola manajemen barat yang serba ‘sebab akibat’ secara rasional, yang tentunya paham barat tersebut telah nyata melupakan faktor Tuhan sebagai Penentu. Walaupun sebagian mereka berhasil dalam usahanya, maka hasil kerja yang di dapat paling tidak hanya memperbanyak digit nilai materi saja, dan hampa dalam nilai keimanan serta berpeluang hilang keberkahannya, ketahuilah bila niat dan hasilnya dasarnya sudah menyimpang , hasil itu semua kelak akan nihil di hadapan Allah.
Rugi sekali bagi seorang muslim, apalagi kalangan pengusaha muslim khususnya, bila meninggalkan kekuatan yang satu ini, mereka punya Allah, mereka punya peluang doanya terkabul, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik di banding orang kafir, kenapa kita harus tunduk kepada yang lainnya, bahkan melemahkan diri?
Banyak sekali hadist Nabi maupun kisah sahabatnya yang memberikan gambaran bagaimana seorang muslim berdoa, kesemuanya merupakan karuniaNYA agar ummat islam khususnya para pengusahanya agar memiliki pegangan dan panduan dalam melangkah di kehidupan dunia ini, menjadi pengelana yang tak akan tersesat di antara ujian kehidupan berupa kelapangan maupun kesempitan.
…………
Adalah Abdullah bin Mas’ud , salah seorang sahabat dekat Rasul SAW. Di masa Khalifah Usman bin Affan, dia menderita sakit dan terbaring di atas tempat tidurnya, Khalifah usman menjenguknya dan menyaksikan Abdullah bin Mas’ud dalam keadaan sedih.
Usman : “Apa yang membuatmu sedih?”
Abdullah : “Dosa dosaku”
Usman : “Apa yang engkau inginkan dariku, aku akan penuhi?”
Abdullah : “Saya merindukan rahmat Allah”
Usman : “Jika engkau setuju, aku akan memanggilkan tabib”
Abdullah : “Tabib hanya membuatku sakit”
Usman : “Jika engkau tak keberatan, aku akan perintahkan bendaharaku untuk memberimu harta dari baitul mal”
Abdullah : “Ketika aku amat membutuhkannya, engkau tak memberiku sesuatu, dan sekarang tatkala aku sama sekali tak membutuhkannya, engkau hendak memberikan sesuatu!”
Usman : “Pemberian itu juga hadiah untuk putri putrimu”
Abdullah : “Mereka juga tak membutuhkan sesuatu, karena aku telah berwasiat kepada mereka untuk membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran”
Nah, saudara muslimku, informasi ini sudah sampai kepada anda semua, jangan di sia-siakan , mari kita lakukan amalan ini, Insha Allah, kita mampu untuk tetap tegar dalam menghadapi ujian kehidupan ini dan niscaya Insha Allah, kefakiran pun tak akan hadir di hadapan kita semua. Dan berilah wasiat yang sama kepada orang orang yang anda cintai, agar mereka bisa seberuntung seperti yang di sabdakan Rasul SAW di atas. Amin.
mmnasution@eramuslim.com
Read more...
Friday, November 19, 2010
Akan Kembali Beraksi...

salam ukhuwwah fillah...
asif jiddan kerana sudah berbulan2 lamanya meninggalkan teratak ini..bersawang dan berlumut dah teratak saya ne..sekarang tangah membersihkan ler...
insyaAllah, aku akan kembali beraksi untuk sama2 berkongsi suka duka serta pengalaman menarik dengan antum..
sekarang dan saat ini aku sedang memerah otak for my last paper tomorrow...cant wait to be over...
sedikit pesanan aku buat diri sendiri dan antum...
mari manfaatkan hari mulia ini dengan zikir dan doa pada Allah..sayu hati bila mendengar takbir dilaungkan dimana2...
Doa kita dengan harapan agar Allah memberi kita peluang untuk ke tanah suci dalam usia muda...(sebenarnya aku rindu ke sana)
teringat ceramah di IKIM FM tadi, eidul adha nie juga banyak mengajar kita supaya bersabar dalam menghadapi kehidupan. setiap manusia diuji dengan pengalaman hidup samada suka atau duka..
ingatlah sahabat,
semua tuh tanda kasihnya Allah pada kita..jalan agar kita makin dekat denganNYA...
alhamdulillah..
apapun,
aku mau smabung study dulu yer,..
doakan kejayaan aku esok..
wsalam...
p/s: kurang yakin dengan pic kat atas...huhu
Read more...